LAPORAN PRAKTIKUM
FISIKA
DASAR
AZAS BLACK
ALFREN ARDIPA MANIK
CAA
117 052
KELOMPOK
VI

JURUSAN
BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
PALANGKA RAYA
2017
DAFTAR
ISI
Halaman
COVER i
LEMBAR PENGESAHAN................................................................... ii
DAFTAR ISI.......................................................................................... iii
I.
PENDAHULUAN
............................................................................ 1
1.1
Latar Belakang.......................................................................... 1
1.2
Tujuan...................................................................................... 2
II.
BAHAN
DAN METODE ................................................................. 3
2.1
Waktu dan Tempat.................................................................... 3
2.2
Alat dan Bahan......................................................................... 3
2.3
Cara Kerja................................................................................. 3
III.
HASIL
DAN PEMBAHASAN .......................................................... 4
3.1
Hasil Pengamatan...................................................................... 5
3.2
Pembahasan……………………………………………………….. 6
IV.
PENUTUP
........................................................................................ 7
4.1 Kesimpulan................................................................................ 8
4.2 Saran ......................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 9
LAMPIRAN
I. PENDAHULUAN
1.1 Dasar Teori
Azas Black
adalah suatu prinsip dalam termodinamika yang dirumuskan oleh Josep Black. Azas
Black menjabarkan : a) jika dua buah benda yang berbeda yang suhunya
dicampurkan, benda yang panas memeberi kalor pada benda yang dingin sehingga
suhu akhirnya sama; b) jumlah kalor yang dilepas benda panas; c) benda yang
diinginkan melepas kalor yang diserap bila dipanaskan. Bunyi Azas Black adalah
“Pada pencampuran dua zat, banyaknya kalor yang dilepas zat yang suhunya lebih
tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima zat yang suhunya lebih
rendah.”.Rumus Azas Black dan secara umum
rumus Azas Black ini adalah Qlepas = Qterimaketerangannya : Qlepas adalah
jumlah dari kalor yang dilepaskan oleh zat. Qterima adalah jumlah dari kalor
yang diterima ole zat.
penjabaran rumus Azas Black :(M1 ˣ C1) (T1 – Ta) = (M2 ˣ
C2) (Ta – T2atau(M1 ˣ T1 + M2 ˣ T2) / (MI + M2)keterangannya : M1 adalah masa
dari benda yang memiliki tingkat temperatur lebih tinggi. C1 adalah kalor jenis
benda yang memiliki tingkat temperatur yang lebih tinggi. T1 adalah temperatur benda yang
memiliki tingkat temperatur yang lebih tinggi. Ta adalah temperatur akhir dari
pencampuran kedua buah benda. M2 adalah massa dari benda yang memiliki tingkat
temperatur yang lebih rendah. C2 adalah kalor jenis benda yang memiliki tingkat
temperatur yang lebih rendah. T2 adalah temperatur yang lebih rendah (Campbell, 2003).

Faktor
yang mempengaruhi perpindahan kalor adalah a) kalor konduksi dipengaruhi oleh
jenis bahan konduktor, luas permukaan bidang yang mengalami
perpindahan/rambatan kalor, perbedaan suhu antara kedua permukaan/dinding,
tebal permukaan/dinding, contohnya dalam kehidupan sehari-hari
adalah dalam membuat kopi atau minuman panas ketika membuat kopi atau minuman panas, lalu mencelupkan sendok untuk mengaduk
gulannya, biarkan beberapa menit maka sendok tersebut akan ikut panas juga,
panas dari air mengalir keseluruh bagian sendok; b) kalor konveksi dipengaruhi
oleh jenis bahan (zat cair) yang mengalami konveksi, luas permukaan bidang yang
mengalami aliran kalor, perbedaan suhu antara kedua bahan yang dialiri dengan
zat cair, contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah
pengering rambut (hair dryer) pada alat pengering rambut (hair dyer) kipas angin
menarik udara disekitarnya dan meniup kan kembali setelah di lewatkan pada elemen
pemanas di dalamnya, dengan proses ini di peroleh arus konveksi paksa udara panas;
c) kalo radiasi
dipengaruhi oleh jenis bahan radiasi, emisivitas bahan, luas permukaan bidang
yang mengalami pencaran kalor, suhu bidang yang mengalami pancaran kalor, contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah radiasi panas dari bola
lampu ketika kita mendekatkan tangan kita pada bola lampu
yang sedang menyala, rasa panas lampu akan memengaruhi tangan kita sehinga tangan kita terasa panas, hal ini menunjuk kan bahwa rasa panas dari lampu di pindahkan secara radiasi atau pancaran (Hala, 2008).
Cara
mengakibatkan suhu campuran yang setimbang yaitu: a). Perubahan konsentrasi, bila
suatu sistem kesetimbangan konsentrasi salah satu komponen dalam sistem
ditambah maka kesetimbangan akan bergeser dari arah penambahan itu, dan bila
salah satu komponen dikurangi maka kesetimbangan akan bergeser ke arah
pengurangan itu atau mengubah konsentrasi suatu zat akan menggeser kesetimbangan kesisi yang berkurang konsentrasinya; b). Perubahan volume, Bila
sistem kesetimbangan volumenya diperbesar dua kali dengan cara menambahkan aiar
dalam ke dalamnya maka warna merahnya menjadi lebih mudah; c).
Perubahan tekanan, akan berpengaruh pada konsentari gas gas yang ada pada
kesetimbangan atau jika tekanan diperbesar atau volume diperkecil maka kesetimbangan bergeser kearah sisi yang mempunyai molekul lebih besar oleh karena itu pada sistem reaksi setimbang yang tidak
melibatkan gas perubahan volume tidak menggeser letak kesetimbangan; d). perubahan suhu, jika suhu dinaikkan maka kesetimbangan bergeser kearah kiri (Praptanto, 2007).
1.2. Tujuan
Tujuan dari
Praktikum Fisika Dasar dengan materi Azas Black, yaitu :
1. Menerapkan Azas Black dalam menentukan kalor lebur es
2. Menentukan besarnya kalor lebur es
II. BAHAN DAN METODE
2.1. Waktu dan
Tempat
Praktikum Fisika Dasar dengan materi
Azas Black dilaksanakan pada hari Senin, 30 Oktober 2017 pukul 13.00-14.40 WIB. Bertempat di
Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas
Palangka Raya.
2.2. Alat dan
Bahan
Alat yang digunakan pada saat Praktikum Fisika Dasar
dengan materi Azas Black adalah termometer zat, neraca elektrik,
gelas plastik, dan beaker
glass. Bahan yang
digunakan adalah es batu dan air.
2.3. Cara Kerja
Cara kerja yang digunakan pada saat
Praktikum Fisika Dasar dengan materi Azas Black, yaitu :
1. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan pada
praktikum.
2. Mengukur dan mencatat massa es dan air.
3. Mengisi es dengan air sekitar 200 gr, kemudian mengukur
dan mencatat massaes dengan air.
4. Mengukur suhu es, kemudian memasukkannya ke dalam air dan diaduk
sampai melebur semua.
5. Mengukur dan mencatat massa campuran air dan es
tersebut.
6. Membersihkan semua alat yang telah di gunakan dan menyimpan ketempat semula.
3.2. Pembahasan
Dari hasil pengamatan dapat diketahui m1 (air), m2 (es), t1
(suhu yang dimiliki oleh air), t2 (suhu yang
dimiliki oleh es), tc (suhu campuran antara air danes), C1( untuk kalor jenis air), C2 (kalor jenis untuk es), Qlepas (kalor
yang mempunyai suhu yang lebih tinggi),
Qterima (kalor yang mempunyai suhu
yang lebih rendah), dan L (kalor lebur).
Percobaan pertama massa air adalah 0,202 kg, dan massa es adalah 0,149 kg, suhu air adalah28 °C, suhu es adalah -1 °C, suhu campuran
air dan
es adalah 5 °C, kalor jenis air adalah 4200 J/kg, kalor jenis es adalah 1200 J/kg, kalor suhu yang lebih tinggi 24603,3 J, kalor suhu yang lebihr endah 1072,8 J, dan kalor lebur 7200 J/kg. Percobaan kedua massa air adalah 0,2 kg, dan massa es adalah 0,164 kg, suhu air
adalah26 °C, suhu es adalah
-1 °C, suhu campuran air dan es adalah 2 °C, kalor jenis air adalah 4200 J/kg, kalor jenis es adalah 1200 J/kg, kalor suhu yang lebih tinggi 20160 J, kalor suhu yang lebih rendah 590,4 J, dan kalor lebur 3600 J/kg. Percobaan ketiga massa
air adalah 0,195 kg, dan massa es adalah 0,064 kg, suhu air adalah 28 °C, suhu es adalah -1 °C, suhu campuran
air dan
es adalah 9 °C, kalor jenis air adalah 4200 J/kg, kalor jenis es adalah 1200 J/kg, kalor suhu
yang lebih tinggi 15561 J, kalor suhu
yang lebih rendah 768 J, dan kalor lebur 12000 J/kg. Percobaan keempat massa air adalah 0,203 kg, dan massa es adalah 0,128 kg, suhu air
adalah30 °C, suhu es adalah
30 °C, suhu campuran air dan es adalah 4,5 °C, kalor jenis air adalah 4200 J/kg, kalor jenis es adalah 1200 J/kg, kalor suhu yang lebih tinggi 21741,3 J, kalor suhu yang lebih rendah 230,4 J, dan kalor lebur 1800 J/kg.
Perhitungan
pada percobaan pertama didapatkan hasil yaitu:
Qlepas = Qditerima
m1
. c1 (t1-tc) = m2 . c2 (tc-t2)
0,202
. 4200 (28+1) = 0,149. 1200 (5+1)
24603,6
J = 1072,8 J
L = 
= 
= 7,200J/kg
Perhitungan
pada percobaan kedua didapatkan hasil yaitu :
Qlepas = Qditerima
m1
. c1 (t1-tc) = m2 . c2 (tc-t2)
0,2 . 4200 (26+1) = 0,164. 1200 (2+1)
20160 J = 590,4 J
L = 
= 
= 3,600 J/kg
Perhitungan
pada percobaan ketiga didapatkan hasilyaitu :
Qlepas = Qditerima
= m1
. c1 (t1-tc) = m2
. c2 (tc-t2)
=
0,195 . 4200 (28-9) = 0,064. 1200 (9+1)
=
15561 J = 768 J
L = 
= 
= 1200 J/kg
Perhitungan
pada pecobaan keempat didapatkan hasil yaitu :
Qlepas = Qditerima
= m1
. c1 (t1-tc) = m2
. c2 (tc-t2)
=
0,203 . 4200 (30-4,5) = 0,128. 1200 (4,5-3)
=
21741,3 J = 230,4 J
L = 
= 
= 1,800 J/kg
Alasan utama penyebab Qlepas tidak sama dengan Qterima hal utama yang mungkin penyebabnya yaitu lingkungan karena dalam dua buah benda yang berbeda yang suhunya dicampurkan, benda yang panas memberi kalor pada benda yang dingin sehingga suhunya sama jadi suatu lingkungan ada banyak suhu di dalam lingkungan tersebut sehingga suhu dalam lingkungan menyebabkan Qlepas tidak sama dengan Qterima karena suhu sangat penting dalam hal Qlepas sama dengan Qterima. Dan juga penyebabnya karena ketidak pasti anda lama menimbang,
mungkin
juga tejadi karena pengadukan es dalam kalori meter tidak stabil sehingga suhu es tidak tepat dalam pengukuran.
IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Menerapkan Azas Black dalam kehidupan sehari-hari agar kita dapat mempelajari bagaimana perubahan kalori itu terjadi dan kita dapat mengamati bagaimana perubahan suhu terjadi,
disaat
perubahan itu lah kita mengetahui bahwa kalor
yang dilepaskan oleh benda tidak hilang melainkan berpindah kebenda penerima kalor tersebut dengan kata lain Qlepas = Qterima keterangannya : Qlepas adalah jumlah dari kalor yang
dilepaskan oleh zat. Qterima adalah jumlah dari kalor yang diterima ole zat.
Berdasarkan Azas Black energi yang dilepaskan oleh suatu benda tidak hilang,
tetapi
semuanya diberikan pada benda yang menerima kalor itu. Yang akan mengakibatkan suhu campuran yang setimbang dari kedua benda yang saling melepas maupun menerima kalor tersebut dandengan mencari besarnya kalor lebur es dengan rumus L =
dimana
L (kalor
lebur es), Qterima (kalor yang
mempunyai
suhu yang lebih rendah), m2
(massa
es).
4.2.
Saran
Saran
saya
untuk praktikum selanjutnya ada beberapa hal
yang perlu
ditingkatkan lagi penggunaan waktu dapat digunakan sebaiknya dan praktikan dapat memahami materi dan teliti lagi dalam melakukan pengukuran atau perhitungan,
dan
dapat memperhatikan kebersihan Laboratorium dan menggunakan alat sebaiknya.
![]() |
DAFTAR PUSTAKA
Armanto, S. 2013. Pengukuran Dasar
Fisika. Vol. 11 (2). Hal:2-3.Jakartata:
Armanto.
Campbell. 2003. Fisika Dasar Edisi kelimajilid 1.Jakarta: Erlangga.
Hala. 2008. Pengukuran Fisika Edisi kedelapan jilid
1.Jakarta: Erlangga
Praptanto.
2007. Fisika dan Pengukuran Edisi ketiga jilid 2Makassar: Alauddin Press.
Tippler. 2009. Jurnal Penelitian Fisika Dasar. Vol. 12 (3). Hal: 5-6. Semarang: Universitas Negeri
Semarang.
![]() |


Komentar
Posting Komentar